Skripsi Biologi, Pertanian, Agrobisnis, Budi daya tanaman pangan
PERANAN ENZIM TERHADAP PRODUKSI JAGUNG (Zea mays, L) BERTONGKOL LIMA DARI BENIH JAGUNG LOKAL
Oleh : Suwarto
ABSTRAK
Suwarto
PERANAN ENZIM TERHADAP PRODUKSI JAGUNG
(Zea mays, L) BERTONGKOL LIMA DARI BENIH JAGUNG LOKAL
Rendahnya produksi jagung erat kaitannya dengan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas persatuan luas lahan milik petani. Salah satu faktor yang masih menjadi kendala adalah rendahnya pengetahuan petani tentang produksi jagung dengan teknologi yang lebih modern. Seandainya mereka mengetahui cara memproduksi jagung lebih dari 2 tongkol dalam satu pohon dengan biaya yang lebih murah tentu para petani akan kembali giat dalam bercocok tanam jagung. Sehingga mereka tidak perlu lagi membeli bibit jagung dengan harga yang cukup tinggi sampai mencapai 50.000 per kg.
Untuk itu dalam paparan berikut ini penulis bermaksud mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa dengan metode enzimatis dapat dihasilkan jagung dengan hasil lebih dari dua tongkol tiap tanaman. Petani dapat menggunakan hasil tanaman jagung lokal dengan perendaman enzim selama 12 jam, kemudian diperam selama kurang lebih delapan jam, lalu ditanam di lahan yang telah disiapkan. Perendaman benih jagung dengan enzim dimaksudkan untuk merubah sifat genetik tanaman jagung bertongkol satu sehingga diharapkan dapat menghasilkan jenis tanaman jagung bertongkol lebih dari satu, bahkan dapat mencapai tiga atau empat setiap tanaman.
Pengolahan tanah sebelum ditanami jagung pun agak berbeda dengan cara konvensional yaitu, sebelum tanah dicangkul atau dibajak, mula-mula tanah disiram dengan larutan biokultur yang berisi campuran enzim dan bahan lain yang membantu pemulihan kesuburan tanah dan merangsang pertumbuhan tanaman. Penyiraman biokultur dilanjutkan dengan mengaliri lahan dengan air dan dibiarkan tidak terlalu menggenang selama 4 hari. Setelah 4 hari lalu tanah di bajak atau di cangkul. Setelah itu tanah disiram kembali dengan biokultur. Lalu dibuat guludan dan siap ditanami. Selama tanaman dalam masa pertumbuhan vegetatif maka pemupukan dan penyemprotan secara berkala harus tetap dilakukan. Dan ketika tanaman berumur 3,5, 45 dan 55 hari, tanaman disemprot dengan campuran 2 liter biokultur.
Dari 100 tanaman jagung yang diteliti hanya dihasilkan tanaman jagung tongkol tiga sebanyak 80 batang, 10 batang bertongkol empat dan 10 batang bertongkol lima. Hal ini dapat disebabkan karena belum ditemukan formula enzim pertanian yang tepat. Untuk itu kepada para ahli pertanian agar terus melakukan penelitian sehingga dapat meningkatkan produksi tanaman jagung.
Dari percobaan didapatkan peningkatan produksi jagung sebesar 200% yang semula hanya 20 kg tiap 100 tanaman, meningkat menjadi 60 kg.
Bagi anda yang ingin membaca lebih jauh atau memiliki naskah tulisan ini, kirim pesan anda ke alamat email saya : wartobanjar@gmail.com
SILAHKAN ANDA BERI KOMENTAR ATAUPUN KRITIK YANG MEMBANGUN DEMI SEMPURNANYA BLOG KU INI, THANKS!!!
BalasHapuspak kalo pupuk cair dari urine kambing cocok ga buat tanaman jagung?
BalasHapus